Dua Ruang Baru

     Akhirnya.... hari ini aku memiliki dua ruang baru, pertama ialah Ruang (Kelas) Kajian Prosa dan kedua Ruang Kata-kata
Setiap senin pagi, kusiapkan energi lebih untuk berjuang di Metromini 510 (Kp. Rambutan-Ciputat) yang mengantarkanku sampai tepat di depan tempatku mengajar. Belum sarapan, kurang tidur, ditambah lagi penuhnya penumpang membuatku  nyaris saja pingsan. Untunglah ada penumpang yang kasihan dan memberiku tempat duduk. Terima kasih Tuan, terimakasih Tuhan!

Terus terang, setiap menaiki 510 aku selalu waspada setidaknya dengan dua hal: Copet dan Pelecehan Seksual. Hilda, salah satu mahasiswaku semester lalu pernah mengatakan, "di 510 copet bisa sangat canggih Bu, bahkan tadi di belakang Ibu saja copet", jadi setiap saat, kepada siapa saja kita harus selalu "Siaga dan Waspada". Berbekal pengalaman itulah, tiap kali berada di 510 aku selalu mengapit tasku erat-erat dan memerhatikan siapa saja. Selain penjahat dompet, jika tidak hati-hati penjahat kelaminpun bertebaran di angkutan publik yang padat. Aku selalu ingat bagaimana ketika masih menjadi mahasiwa di Rawamangun dulu, salah satu temanku mengalami pelecehan seksual dalam bus. Di antara padatnya penumpang, seorang laki-laki menggesekkan kelaminnya hingga temanku sangat shock. Setelah kejadian itu, aku selalu menghindari Patas Mayasari Bakti 98A, kecuali patas tersebut kosong. Sialnya, kini aku harus merasakan kepadatan yang sama di Metromini 510. Untuk menghindarinya, aku selalu memberikan jarak dengan penumpang lain dan memasang tampang jutek serta seram. Tampang yang memberi peringatan, "hati-hati, berani macam-macam Anda saya hajar!"



Selesai di ruang pertama, aku berpindah ke ruang berikutnya. Sebenarnya pada 2008 awal, ketika masih belajar menjadi wartawan aku sudah memiliki blog di multiply. Tapi karena terlalu banyak yang jualan dan mengiklan, serta ingin sesuatu yang baru, akhirnya kuputuskan untuk membuat blog lain. Perasaan lelah dan pegal hari ini terbalas dengan lahirnya "Ruang kata-kata" yang selama seminggu ini menyita perhatianku. Perasaan gemes, kesal, dan tidak sabar membuatku akhirnya memutuskan membuat ruang baru dengan nama yang sama. Entah mengapa blog yang kubuat eror, daripada ikutan "eror", kuputuskan membuat kloningnya dengan email baru (semoga yang ini tidak ada masalah). Kali ini prosesnya lebih cepat, beberapa hal sudah kupahami, tinggal mulai memposting saja.

Rencana awalnya, blog ini hanya akan diisi dengan paper-paper atau tulisan lama sejak aku kuliah S1 sampai tugas kuliah S2 yang lalu. Tapi ternyata, godaan untuk berbagi cerita tidak bisa kuhindari, itulah yang membuat cerita tidak penting ini masuk dalam ruang kata-kata. Jadi, mari kita bertukar ide, cerita, dan pengalaman. Buatlah ruangmu sendiri, lalu kita saling menyinggahi.

Dari ruang, rumah, beranda, dunia, jendela, atau apapun Anda menyebutnya semoga kita bisa "berbagi ruang dan tinggal bersama"....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Dongeng

"Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi"

Lindungi Hak Kami sebagai Konsumen dan Nasabah Bank! (Mempertanyakan SOP transaksi perbankan di Indomaret)