Menemukan (lagi) kata-kata

Pagi ini, aku berbicang dengan Mei. Tiba-tiba saja, aku ingin sekali menulis. Sudah hampir dua tahun ini aku tidak menulis, puisi, cerpen, apalagi novel.  Mereka seperti barang mewah bagiku. Kata-kata memusuhiku, mereka tidak mau berdamai, terus saja lari, dan bersembunyi. Hingga aku lelah dan membiarkannya pergi.

Tidak tahu bagaimana mulanya kata-kataku bisa hilang. Sudah kucari, di setiap sudut ingatan, di antara jari-jari yang tampak akrab dengan keyboard notebook tuaku, dan di lembar-lembar buku yang menanti untuk kubaca. Aku masih kehilangan kata.  Lalu jika sudah begitu, bagaimana caraku kembali menemukan kata-kata itu?

Kamu tahukan rasanya kehilangan?

Mungkin, itulah yang membuatku mencoba merapihkan ruang ini. Ruang yang merupakan tempatku mengumpulkan kata, sehingga aku mudah menemukannya dan tidak kehilangan kata-kataku lagi.


Semoga saja!

4 Maret 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Dongeng

Lindungi Hak Kami sebagai Konsumen dan Nasabah Bank! (Mempertanyakan SOP transaksi perbankan di Indomaret)

"Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi"