Belajar dari "Serdadu Kumbang"

Jumat lalu, menjelang senja saya mengajak Desy (adik saya) nonton film yang direkomendasikan oleh beberapa teman Serdadu Kumbang. Dengan tergesa kami berangkat ke bioskop terdekat dari rumah dan pas saja filmnya baru dimulai.
Amek (Yudi Miftahudin) merupakan anak laki-laki Desa Mantar, Kab. Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat yang tidak memiliki cita-cita atau mimpi. Kekurangan fisik (bibir sumbing) yang dimilikinya dan gagal lulus dalam ujian nasional, membuat  Amek semakin takut bermimpi.  Setiap hari bersama Umbe (Aji Santosa) dan Acan (Fachri Azhari), Amek menghabiskan hari-harinya dengan bermain. Ketiganya kerap dianggap sebagai pembuat onar, nakal, dan minus dalam pelajaran.  Hal itulah yang membuat ketiganya, kerap dihukum oleh Guru Alim (Lukman Sardi) yang menerapkan kedisiplinan ala militer kepada anak didiknya. Kerasnya “pendidikan” yang dirasakan Amek membuatnya malas bersekolah untungnya mereka masih memiliki Guru Imbok yang berjuang menghapus kekerasan di sekolah dan membuat mereka terus belajar. 
Buat saya film ini merupakan salah satu film yang mampu memberi gambaran tentang bobroknya dunia pendidikan kita. Setidaknya ada dua hal yang sengaja diangkat oleh Ari Sihale dan Nia Zulkarnaen (Alenia Picture). Pertama kekerasan yang kerap terjadi di sekolah dan kedua tidak tepatnya system ujian nasional sebagai cara untuk melihat kualitas pendididkan.  Untuk dapat mencapai standar murid (anak-anak) menjadi korbannya. 


Beberapa adegan mampu membuat kita tertawa sekaligus tersenyum miris. Penulis scenario, Jeremis Nyangoen, juga menyelipkan dialog-dialog padat dan mengenal. Kalimat-kalimatnya pun menarik, seperti:
“saya tidak bangga kalau cucu saya cerdas di kepala tapi tidak cerdas di hati”
“Guru atau serdadu” 
“saya mau sekolah tapi selalu dihukum”
“Sekali berbohong kita akan terus berbohong”
Hmmm…. Pokoknya banyak deh J adegan klimaks film ini saya jamin bisa membuat Anda tersentuh. Selain menampilkan wajah-wajah baru dan Lukman Sardi, film ini didukung oleh para bintang seperti Titi Sjuman, Putu Wijaya, Ririn Ekawati, Asrul Dahlan, Surya Saputra. 
Selain mengajarkan untuk berjuang meraih mimpi, bekerja karas, dan tidak mudah putusasa, film ini juga memperlihatkan sisi lain wajah bangsa Indonesia seperti ketimpangan ekonomi dan permasalahan TKI. Penasaran? Silahkan tonton sendiri filmnya, dijamin Anda tidak akan menyesal. *lho macam PRnya saja saya ini* hehehehe. 

Gambar pindahkan dari http://www.21cineplex.com/serdadu-kumbang-serd,movie,2562.htm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Dongeng

"Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi"

Lindungi Hak Kami sebagai Konsumen dan Nasabah Bank! (Mempertanyakan SOP transaksi perbankan di Indomaret)