Belajar Dasar-dasar Morfologi

Tidak ada ilmu yang tidak bisa dipelari

Setelah menyelesaikan satu putaran mengajar Keterampilan Berbahasa di Program Dual Mode PGMI, putaran kali ini saya mendapat mata kuliah Kebahasaan (Morfologi dan Sintaksi). Perut saya mulas bukan main karena terus terang, Morfologi dan Sintaksi merupakan mimpi buruk buat saya. Tiba-tiba saya teringat kenangan semasa kuliah di strata satu, nilai C untuk mata kuliah Linguistik Umum dan Morfologi, sedangkan Sintaksis hanya mendapat B. Lalu apa yang harus saya lakukan?
Memikirkan akan mengajar apa di hari Sabtu, hanya membuat saya stress. Bagaimana tidak, saya ini anak sastra, kok ya bisa ngajar bahasa, hiksss… Akhirnya berbekal buku Ramlan “Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif” saya membuat bahan ajar Sabtu lalu.

Morfologi
  • Morfologi berasal dari kata morf yang berarti bentuk dan logi yang berarti ilmu, sehingga morfologi dapat diartikan sebagai ilmu mengenai bentuk-bentuk dan pembentukkan kata. Sedangkan kata ialah satuan bebas yang paling kecil misal duduk, penduduk, kependudukkan.
  • Tujuan morfologi
  1. Menyelidiki seluk-beluk kata
  2. Menyelidiki kemungkinan adanya perubahan golongan dan arti kata yang timbul sebagai akibat perubahan bentuk kata. Contoh: sepeda (n), ber+sepeda menjadi bersepeda (v)
 Beberapa Istilah dalam Morfologi
·        Morfem ialah satuan bahasa terkecil. Contoh: rumah, kerja, meN-, ber-
            rumah  terdiri dari 1 morfem yaitu rumah
            bernafas terdiri dari 2 morfem yaitu ber- dan nafas
            rumah sakit terdiri dari 2 morfem yaitu rumah dan sakit
            mengadakan terdiri dari 3 morfem yaitu meN-, ada, dan -kan
·        Nasal (N) ialah bunyi bahasa yang dihasilkan dengan mengeluarkan udara melalui hidung. Contoh: m, n, ng, ny
·        Alomorf merupakan anggota morfem yang sama. Contoh: morfem meN- mempunyai alomorf mem-, men-, menye-, meng-, dan me-
·        Fonem ialah satuan bunyi terkecil yang menunjukkan kontras makna.

Proses Morfologi
·        Afiksasi ialah proses pembentukkan kata dengan cara menambahkan afiks (bubuhan/imbuhan). Hasilnya disebut kata berafiks. Contoh terjatuh terdiri dari kata jatuh dan afiks ter-.
·        Reduplikasi ialah pembentukkan kata dengan pengulangan bentuk dasarnya, hasilnya disebut kata ulang. Contoh rumah-rumahan, berlari-lari.
·        Proses pemajemukkan kata merupakan proses yang terjadi karena penggabungan kata, sehingga disebut kata majemuk. Contoh meja makan, rumah sakit
Morfem terbagi menjadi dua: Morfem Bebas dan Morfem Terikat 

Morfem Bebas
  • Ialah morfem yang dapat berdiri sendiri, contoh sepeda, makan, pergi, berlibur
  • Terdiri dari kata dasar dan kata turunan
            a. kata dasar: kata yang belum memiliki imbuhan/afiksasi, contoh: luka, kerja
            b. kata turunan/jadian: kata yang telah mengalami proses afikasi, reduplikasi,
pemajemukkan, bersekolah, main-main, main mata.

Morfem Terikat
  • Ialah satuan gramatik yang tidak dapat berdiri sendiri melainkan selalu terikat pada satuan lain.
  • Berupa imbuhan (afiks): prefiks, infiks, sufiks, konfiks, seperti ber-, ter-, meN-per-, -kan, -an, -I, ke-an, dan per-an.
  • Satuan yang dilekati afiks atau menjadi dasar pembentukkan satuanya yang lebih besar disebut bentuk dasar. Contoh beralaskan bentuk dasarnya alas.
 Morfem Terikat

Prefiks
(awal)
Infiks
(tengah)
Sufiks
(belakang)
Konfiks
(awal-akhir)
meN-
ber-
di-
ter-
peN-
pe-
se-
per-
pra-
ke-
a-
maha-
para-
-el-
-er-
-em-
-kan
-an
-I
-nya
-wan
-wati
-is
-man
-da
-wi
ke-an
ber-an
pe-an
peN-an
per-an
se-nya

 That’s All… itu saja materi dipertemuan ke-2 pada 11 Juni lalu. Ternyata 2 SKS membuat saya harus ngebut dalam menyampaikan materi. Masuk jam pertama, harus tepat waktu agar waktu tak banyak berkurang, masuk jam ke-3 harus bersabar karena mahasiswa sudah mulai lapar. Kalau Sabtu  sudah selesai, rasanya legaaaa J
Walaupun stress luar biasa, saya percaya tidak ada ilmu yang tidak bisa dipelajari! (Walaupun tiap jelang Sabtu, tidur jadi terganggu), hehehe
           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Dongeng

"Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi"

Lindungi Hak Kami sebagai Konsumen dan Nasabah Bank! (Mempertanyakan SOP transaksi perbankan di Indomaret)