Morfofonemik dan Afiksasi


Setelah mengetahui istilah-istilah yang sering digunakan dalam Morfologi, pada pertemuan ke-4 saatnya mempelajari tentang Morfofonemik dan Afiksasi. Seperti biasa, Kamis dan Jumat menjadi hari paling memusingkan. Tidak ada yang bisa dilakukkan selain berkencan dengan "Morfologi-Ramlan". Tugas saya  di kelas membuat buku tersebut menjadi jauh lebih mudah dipahami, dengan 2 SKS bukan hal yang mudah tapi bukan tidak mungkin :)

Pertama
Proses Morfoneminik
  •  Merupakan perubahan fonem (bunyi) yang terjadi akibat bertemunya morfem dengan morfem. Proses morfofonemik terbagi menjadi 3:
  1. Proses perubahan fonem, contohnya: meN- → mem, men, meng, meny dan peN- → pem, pen, peng, peny, pel
  2. Proses penambahan fonem, contohnya: meN- → menge- dan peN → penge- 
  3. Proses hilangnya fonem, contohnya: meN- → me dan peN-pe
Perubahan Fonem

  • Fonem /N/ pada morfem meN- dan peN berubah menjadi /m/ apalagi diikuti bentuk dasar /p, b, f/. Contoh:
            meN-   +          pukul                →        memukul
            meN-   +          bantu                →        membantu
            meN-   +          Fatwa              →        memfatwakan
            peN-    +          pukul                →        pemukul
            peN     +          batik                 →        pembantik
            peN     +          fitnah               →        pemfitnah 

  • Fonem /N/ pada meN- dan peN berubah menjadi /n/ jika diikuti bentuk dasar berawal /t, d, s/. Contoh:
            meN-   +          tulis                   →       menulis
            meN-   +          duga                  →       menduga
            meN-   +          sinyalir               →       mensinyalir
            peN-    +          tarik                  →       penarik
            peN-    +          dengar              →        pendengar 

  • Fonem /N/ pada meN- dan peN berubah menjadi /ng/ jika diikuti bentuk dasar berawal /k, g, x, h, dan vokal/. Contoh:
            meN-   +          kacau               →        mengacau
            meN-   +          garis                 →        menggaris
            meN-   +          hukum              →        menghukum
            meN-   +          Ikat                  →        mengikat
            peN-    +          hias                  →        penghias
            peN-    +          angkut              →        pengangkut 

  • meN- berubah menjadi meny dan peN- menjadi peny jika diikuti bentuk dasar berawal /s/ Contoh: meN + Sapu → menyapu peN + Suap → penyuap
  • ber- → bel dan per- → pel saat bertemu dengan bentuk dasar ajar.  Contoh: ber + ajar → belajar per + ajar → pelajar 
  • meN- menge dan peN- → penge jika bertemu dengan bentuk dasar yang terdiri dari satu suku, contoh:
meN- + bom → mengebom
meN- + cat → mengecat
peN- + bom → pengebom
peN- + cat → pengecat 

  • meN- → me dan peN- → pe jika bertemu dengan bentuk dasar yang berawalan /l,r,y,w/ contoh:
meN- + lerai → melerai
meN- + rusak → merusak
peN- + lupa → pelupa
peN- + warta → pewarta 

  • ber- → be ; per- → pe dan ter- → te jika bertemu dengan bentuk dasar berawalan /r/ contoh:
ber + rantai → berantai
per + ramping → peramping
ter + rasa → terasa

  • ber- → ber apabila tidak diikuti dengan bentuk dasar berawalan /r/ dan bentuk dasar yang suku kata pertamanya tidak /”ôr/
ber- + kata → berkata
ber- + dusta → berdusta
contoh suku kata pertama /er/ → serta, kerja 
  • Per- → per apabila tidak diikuti dengan bentuk dasar berawalan /r/ dan bukan morfem ajar Contoh: per- + kaya → perkaya   
Kedua:
Fungsi Afiksasi meN-
1.      meN berfungsi sebagai pembentuk kata verbal yaitu kata yang menduduki fungsi predikat dan dapat dinegatifkan dengan kata tidak. Contoh kata verbal: mengerjakan → tidak mengerjakan.
2.      Sebagian besar kata berafiks meN termasuk golongan kata kerja transitif dan intransitif.
    • a.Kata kerja transitif adalah kata kerja yang dapat diikuti kata lainnya sebagai objek, misalnya menulis, membeli, memasak
    • b.Kata kerja intrasitif ialah kata yang tidak bisa diikuti kata lainnya (objek), contohnya melebar, merokok
Makna me-N
5.      meN-  + kata kerja transitif → melakukkan perbuatan yang menuntut objek. Contoh: mengambil bola → sedang mengambil bola 
6.      meN-  + kata sifat  → menjadi seperti bentuk dasar (proses). Contoh: melebar → menjadi lebar
7.      meN-  + nominal → melakukan tindakan yang berhubungan dengan bentuk dasar. Contoh membatu → menjadi seperti batu.
8.      meN-  → dalam keadaan. Contoh menyendiri → dalam keadaan sediri

Afiks ber-    
ber- + kata benda (nomina) memiliki makna:
1.      melakukan perbuatan sesuai dengan bentuk dasar.
berbaju            → memakai baju
bersepeda        → mengendarai (naik) sepeda
bertamu           → menjadi tamu
2.      mempunyai apa yang tersebut pada bentuk dasar.
            berumah           → mempunyai rumah
            berwibawa       → mempunyai wibawa            

Afiks di-
Afiks di- memiliki satu fungsi membentuk kata kerja pasif. Maknanya ‘suatu perbuatan yang pasif’.
diambil             ─ mengambil
dibawakan       ─ membawakan

Afiks ter- 
  1. Dapat berfungsi membentuk kata kerja pasif, misal: tersaji, tersusun
  2. Kata ini juga termasuk dalam golongan kata kerja intransitif, conton: tertawa, tersenyum 
  3. Afiks ter- dapat bermakna:
    • Bermakna ‘aspek perfektif’ (perbuatan yang selesai) → terikat (sudah selesai diikat)
    • Bermakna tidak sengaja  → terinjak, terbawa
    • Bermakna tiba-tiba         → terbangun, tertidur, terperosok
    • Bermakna kemungkinan jika didahului kata negatif tidak atau tak contoh: tidak terselami → kemungkinan tidak dapat diselami
    • Bermakna paling            → tertinggi, terendah
Walau terlihat mudah, ternyata pada saat latihan mahasiswa masih sering menemukkan kata-kata yang dimaksud karena itulah saya meminta mereka memiliki kamus bahasa Indonesia. Rasanya lucu kalau hampir setiap mahasiswa memiliki kamus Bahasa Inggris tapi sedikit yang memiliki kamus bahasa Indonesia. Mungkin karena menurut mereka bahasa Indonesia ialah bahasa sendiri sehingga menganggap sudah pasti bisa? hmmm entahlah....



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Dongeng

"Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi"

Lindungi Hak Kami sebagai Konsumen dan Nasabah Bank! (Mempertanyakan SOP transaksi perbankan di Indomaret)