Representasi


            Representasi merupakan praktik pemaknaan yang menjelaskan atau menguraikan objek atau praktik lain di dunia ‘nyata’. Representasi membangun kebudayaan, makna dan pengetahuan yang terimbas pada kekuasaan.  Representasi merupakan isu utama dalam kesusastraan. Karya sastra secara umum kerap dipandang sebagai upaya merepresentasikan keyataan dan oleh sebab itu sastra dikatakan sebagai imitasi atau peniruan kenyataan.[1] Sebagai sumber data, dengan medium utama bahasa, yang kemudian direpresentasikan dalam bentuk wacana karya sastra juga merupakan objek kajian yang sangat kaya, sebab sebagai sistem simbol bahasa selalu menunjuk sesuatu yang lain.[2] Karya sastra merepresentasikan dimensi kebudayaan tertentu yang berfungsi untuk menampilkan kembali berbagai peristiwa kehidupan manusia. Tujuannya agar manusia dapat mengidentifikasikan dirinya dalam rangka menciptakan suatu kehidupan yang lebih bermakna. Dikaitkan dengan totalitas karya sastra sebagai dunia dalam kata, maka tokoh-tokoh, kejadian, dan latar dianggap repersentasi kolektif, sebagai spesies. Nama diri, nama tempat, nama benda, peristiwa sejarah dan sebagainya.

Novi Diah Haryanti

     [1] Manneke Budiman, Sastra dan Representasi, (Jakarta: Junal Kalam, 1998), ed. 11
     [2] Kutha Ratna, Sastra dan Cultural Studies, (Yogyajarta: Pustaka Pelajar, 2005), hlm.2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Dongeng

Lindungi Hak Kami sebagai Konsumen dan Nasabah Bank! (Mempertanyakan SOP transaksi perbankan di Indomaret)

"Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi"