Menulis Abstrak

Abstrak merupakan intisari dari karya tulis yang kamu buat. Oleh karena itu, seleksi menarik tidaknya karya tulis yang dapat dilihat dari abstraknya.  Saat mengikuti “Academic Writing Skills Workshop” di kampus Depok, salah satu pemateri  Allan Lauder menjelaskan ada tiga hal yang harus diperhatikan saat membuat abstrak, yaitu:

  • Panjang abstrak maksimal 250 kata.  
  • Isinya berpola BPMRCBackground (latar belakang), Purpose (tujuan), Method (metode), Result (hasil), Conclusion (simpulan).
  • Di bawah abstrak sertakan kata kunci yaitu kata-kata penting yang terkait dengan karya ilmiah yang bersangkutan.
 Contoh:

KEINGINAN UNTUK PULANG:
KECEMASAN DAN AMBIVALENSI DALAM NOVEL MISS LU
Novi Diah Haryanti

ABSTRAK    
           
            Pascalengsernya Soeharto, berbagai macam karya sastra muncul kepermukaan membawa isu-isu yang “terpendam” selama berpuluh-puluh tahun. Salah satu isu yang sering diangkat ke dalam cerita adalah tragedi’65, yang tidak hanya memakan korban jiwa, tapi juga menimbulkan rasa traumatis terhadap korban hidup yang tersisa. Selain ‘menyapu’ mereka yang dianggap tercemar oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), sasaran lain tragedi ini adalah etnis Tionghoa. (Latar Belakang)
            Esai ini bertujuan untuk memperlihatkan proses peliyanan yang dilakukan terhadap etnis Tionghoa dan membongkar pemakanaan nasionalisme –secara sempit– yang dilakukan pemerintah untuk mengindonesiakan etnis Tionghoa dalam novel Miss Lu (2003) karya Naning Pranoto. Metode deskriptif analisis dengan perspektif multikulturalisme digunakan untuk melihat wacana nasionalisme dan oposisi biner “pribumi vs nonpribumi” dalam novel.
            Berdasarkan pembacaan terhadap Miss Lu, tampak sikap ambivalen pemerintah terkait etnis Tionghoa. Di satu sisi pemerintah berusaha “mengindonesiakan” mereka, namun di sisi lain membuat berbagai aturan yang mempertegas perbedaan antara pribumi dengan etnis Tionghoa sebagai nonpribumi (other). Dengan demikian, pemaknaan kembali kata nasionalisme menjadi penting di tengah upaya mewujudkan Indonesia yang multikultur.

Kata kunci: identitas, other, nasionalisme, etnis Tionghoa.

Perhatikan abstrak di atas. Kamu pasti bisa melihat bahwa paragraf pertama abstrak berisi latar belakang (background). Berikutnya “tujuan” (purpose) dan “metode” (method) ada di paragraf dua. Paragraf terakhir berisi hasil (result) –perhatikan “berdasarkan pembacaan”- dan  simpulan (conclusion) –ada di frasa “dengan demikian”.
Akan tetapi, abstrak tidak harus dibuat dalam tiga paragraf lho, yang penting perhatikan saja jumlah maksimal kata dari abstrak yang kamu buat.

Selamat mencoba ya....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Dongeng

Lindungi Hak Kami sebagai Konsumen dan Nasabah Bank! (Mempertanyakan SOP transaksi perbankan di Indomaret)

"Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi"