Mba Mun (Pulang)



You can't always get what you want but if you try sometimes, You just might find You get what you need (Rolling Stone)

     Nak, hari ini kita kehilangan Mba Mun. Dialah yang menemani mama sejak dua minggu sebelum kehadiranmu sampai usiamu 4m3d. Pada mulanya Nak, Mba Mun merupakan sosok yang ingin serius bekerja. Ia memiliki 2 orang anak dan suami yang ditinggalnya di kampung. Kampung yang sama dengan tanah leluhurmu. Dia rajin, meskipun mama harus mengajarinya lebih sabar karena dia sering lupa. Dia juga sayang padamu, bayi yang dia tunggu-tunggu kehadirannya. Bahkan ketika kamu harus difototerapi selama sepekan, dia selalu bertanya “apa kabarmu, apa kamu tidak rewel, dengan siapa kamu di sana?” Dia pula yang kerap menyemangati mama untuk terus memerah ASI yang belum kamu hisap, memasakkan katuk, atau membuatkan jamu-jamuan.  Ya, pada mulanya Nak semua begitu menyenangkan. Rasanya tidak terpikir bahwa akhirnya ia akan cepat pulang.
      Namun Nak, setiap orang memiliki masalahnya sendiri pun dengan Mba Mun. Saat 2 bulan usiamu,  mendadak ia bilang “sang suami menyuruhnya pulang”. Saat itu mama sedih sekali. Kaget, merasa kehilangan, drop, terlintas di kepala mama “siapa yang akan membantu mama menjagamu”. Akh, pasti beda rasanya dengan mba lain yang tidak ikut menunggui kelahiranmu.

Ternyata Mba Mun menunda kepulangnya.


      Tapi Nak, tidak ada yang tetap di dunia ini selain perubahan itu sendiri.  Sejak saat itu, Mba Mun  mulai berubah. Banyak hal yang membuat mama menjadi tidak nyaman. Tak perlulah mama sebutkan, cukuplah kamu mengetahui kebaikkannya. Karena meski berubah dalam banyak hal, mama perhatikan dia tetap sayang padamu.
     Hingga kemarin sore Nak, Mama mengantarnya ke terminal  Lebak Bulus. Ia ingin pulang ke keluarganya. Mama kerap lupa bahwa dalam setiap pertemuan, pasti ada perpisahan. Sedih tentu saja, tapi perubahan ‘kurang menyenangkan’ yang terjadi dalam dirinya membuat mama tidak berat melepasnya. Mama iklas. Tidak ada di dunia ini yang lepas dari pengaturanNya, jadi kenapa pula Mama risaukan.  Gusti Allah pasti memberi apa yang kita butuhkan,  mbak yang rajin, sabar juga memberikan kasihNya padamu.

Sementara ini, kamu, mama, papa (Kita) pasti akan jadi tim yang hebat. 

Kamu dalam dekapan Mba Mun
Tulisan yang terlambat diterbitkan
Mba Mun pulang 21 Mei 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Dongeng

Lindungi Hak Kami sebagai Konsumen dan Nasabah Bank! (Mempertanyakan SOP transaksi perbankan di Indomaret)

"Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi"