"Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi"

Sayang, 
terima kasih atas 3 tahun yang luar biasa. Tiga tahun penuh cinta, dalam kasih dan sayangNya. 
Terima kasih untuk terus bersabar, meski kau dapati baju penuh di balik pintu atau sisir yang hilang entah ke mana. 
Terima kasih untuk berbagi waktu, memandikan Binar, mengajaknya main, atau membacakan buku untuknya
Semesta bersama. 

Terima kasih atas pelajaran yang kau berikan pada Binar: 
bahwa mencuci piring, baju, dan membersihkan kamar mandi bukan hanya tugas perempuan, terlebih istri. 
Tapi tugas bersama. 

Terima kasih untuk terus berbagi isi dompet denganku. 
Membiarkanku tetap bekerja, berkarya, 
mengaktualisasikan diri, begitu katamu.

Terima kasih karena kau mau mendengarkan celotehanku saat lelah pulang kerja,
Tentang Pram, tentang Rendra, tentang Dini, dan Kartini
Bahkan sering kali, kita terlelap bersama alunan Sapardi.
Dan tanpa sadar, kau menghapal "Hujan Bulan Juni".

Sayang, terima kasih
atas kasih dan sayang-Nya
Semoga dalam kasih-Nya kita terus bersama
Sayang, teruslah merapal doa-doa "Kita Abadi" 

10 Maret 2015

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?"
tanyamu.
Kita abadi.

Sapardi Djoko Damono
Kumpulan Sajak, Perahu Kertas
1982


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Dongeng

Lindungi Hak Kami sebagai Konsumen dan Nasabah Bank! (Mempertanyakan SOP transaksi perbankan di Indomaret)